Sebagai survivor skripsi jalur kuantitatif, tidak afdhol rasanya jika belum berjumpa dan berhadapan langsung dengan sederet uji uji yg lumayan membagongkan bagi beberapa orang 😲
Akhirnya.. setelah skeptis sekian lama tentang uji uji ini, aku pun berhadapan dengannya di bab 4 😚 bab paling membuat mumet anak anak kuantitatif 🔥
Pertama, uji validitas 📈
Uji yang satu ini, kufikir kita ga perlu pake responden khusus ternyata perlu 😴 setelah melalui beberapa kali tanya jawab dan bimbingan instrumen dengan pembimbing yang lumayan cukup sering melukai hati, tetap saja aku harus berhadapan dengan aplikasi statistik yang dihindari mayoritas mahasiswa semester akhir, SPSS dan Microsoft Exel 🔥
Hal ini juga lah salah satu faktor yang menyebabkan sekitar 2/3 isi kelasku mengambil penelitian kualitatif 🙂 pada phobia sama statistik
Dan lagi lagi, aku bersyukur Allah melancarkanku untuk survive apapun caranya 🖤 setelah mempelajari semua cukup dalam, akhirnya seluruh soal kuisionerku semua valid 📈 oke dehh.. lanjut ke uji selanjutnya ✈️
Kedua, uji reabilitas 💱
Uji yg satu ini satu paket sebenernya sama validitas. Uji yang dilakukan pada instrumen yg belum layak sebar. Uji ini dilakukan kepada seluruh butir soal yang valid. Untuk yang tidak valid, di hapuskan ✂️ (bayangkan kalo soal kuisioner cuma 10, 8 gak valid. Mau nangis aja nggak sii 😢) tapi lagi lagi, setelah survive cukup jauh akupun mendapati instrimenku reliebel 🔥 dengan ini, instrumenku dinyatakan siap di sebar 👌
Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan buat menguji apakah data penelitian berdistribusi normal atau tidak. Ya.. uji ini dilaksanakan setelah seluruh data penelitian terkumpul 📑 adaa banyakk jenis uji normalitas, tapi terkhusus penelitianku yang data tunggal, aku menggunakan uji normalitas kolmogorov smirnov test 📊 yang tentunya menggunakan aplikasi SPSS for destkop Versi 25. ( dan juga tentunya bermodal tutor youtube tercinta 💖 ) .. alhamdulillah dapat terlalui dengan baik 🤟

Komentar
Posting Komentar