Langsung ke konten utama

#21 My Goals For The Future πŸƒ

 My goals for the future



#30HariBercerita #21


1. Aku pengen nanti setelah menikah, walaupun seumpama belum punya rumah (masih menyewa/kontrak) tapi setahun/2 tahun setelah nya rumah kita jadi dan bisa ditempati, walaupun sederhana ga masalah


2. Aku pengen memberangkatkan orang tua + mertua (insyaAllah πŸ˜…) buat umroh. Atau kalo memang keuangan memadai, umroh sekeluarga juga mau πŸ€— 🀲


3. Aku pengen setelah menikah nanti bisa ambil S2 bareng suami πŸ˜… (walaupun mungkin nanti selesainya gak bareng, at least daftar nya bareng) aku yakin nantinya pembelajaran online jarak jauh untuk mahasiswa akan lebih relevan lagi dari pada sekarang (walau sekarang pun sudah lumayan relevan). Untuk itu aku berharap calon suami yang bucin pendidikan πŸ˜†


4. Aku pengen berkesempatan belajar menjahit, dan pengen banget bisa mendesain banyak outfit kembaran tapi unik untuk acara (keluarga, sekolah, reuni temen temen, kondangan) sesuai dengan imajinasi aku. Dan lagi, seperti yang kita tau bahwa seseorang yang punya banyak skill dalam dirinya tidak akan pernah mati langkah  #MemperkayaSkill 


5. Aku pengen mendirikan sekolah (khususnya paud) yang murah, bahkan gratis untuk anak anak yang  homeless atau yang memang kurang mampu. Persentase anak anak yang mengenyam pendidikan di tingkat paud mostly memiliki latar belakang ekonomi menengah-keatas karena beberapa sekolah paud yang memiliki fasilitas lengkap, guru yang profesional, manajemen yang baik (setau saya) biaya pendidikan per bulannya cukup tinggi. Sedangkan, aku percaya bahwa setiap anak (apapun latar belakangnya) berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Untuk itu, aku ( yang mungkin berkontribusi dengan banyak pihak) sangan ingin mendirikan sekolah untuk anak anak yang belum berkesempatan untuk sekolah. Atau minimal mendirikan semacam perpustakaan berjalan untuk anak anak di daerah daerah ( terinspirasi oleh kak seto mulyadi) πŸ“š



πŸ„Martapura, 21 Januari 2020 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesabaran 🌾

  "Mba.. gimana bimbingannya tadi ? Udah ACC belum ?" Ujarku sore itu pada mba mba yg baru pulang ke kost setelah seharian habis bimbingan ke dosen pembimbing 2 nya. "Belum del, miss nya ga dateng tadi. Mungkin beliau lagi sibuk. Denger denger beliau mau ambil S3 di Australia" ujarnya pasrah.  "Astagfirullahalazim .. mba dari pagi loh dikampus. Kan udah janjian dari kemaren, bisa bisanya ga dateng 😾" ujarku kesal. I mean , masa iya ga bisa luangin waktu satu atau dua jam aja buat setidaknya menghargai janji pada mahasiswa yang udah nunggu lama. Bukan aku yg mengalami hal ini, tapi aku kesal na'uzubillah. Sekian kalinya dosen pembimbing mba ini ga menepati janjinya buat bimbingan di ruang dosen. Padahal udah berhari hari lalu janjian dan persiapan buat bimbingan hari itu. Ketika pada akhirnya bisa ketemu dan bimbingan, betapa banyak coretan "cinta" yang menyayat hati dan terpaksa harus melalui banyak sekali rombakan isi proposalnya. Kadan...

Cita-cita masa kecil

 "Kamu nanti kalau sudah besar cita citanya mau jadi apa ?" Tanya seorang guru kepada salah satu muridnya di kelas "Saya mau jadi orang sukses bu, biar bisa memberangkatkan kedua orang tua saya ke Mekkah" ujar seorang murid kelas 4 SD itu kepada gurunya. Jawaban anak ini notabennya berbeda dengan jawaban teman teman satu kelasnya. Belasan anak lainnya menjawab dengan menyebut salah satu profesi yang umumnya kita tau sebagai profesi yang sukses dan terhormat. Namun tidak dengan anak ini. Seolah, ia mau jadi apa saja di dunia ini asalkan ia bisa memberangkatkan kedua orang tuanya ke Mekkah.   Pada masa itu, hal itu masih terdengar biasa saja bagiku dan seisi kelas. Lain hal nya dengan saat ini. Mengingat kembali apa yang diucapkan oleh gadis kecil itu sebagai cita cita masa depannya rasanya begitu menyentuh hati. Apa yang ada di pikiran anak usia 10 tahun ini ? Dari mana ia mendapatkan inspirasi untuk bercita- cita seperti itu ? Tak terbayang rasanya. Anak di usia seg...

A chance

 " Haii.. apa kabar kalian ? Udah lama banget kita gak ketemu " Ucap segerombolan anak Sekolah Menengah Atas kepada gerombolan lainnya yang mereka kenal baik sebagai teman satu alumni SMP   Tiba tiba sore yg agak mendung itu menjadi ajang reuni dadakan bagi beberapa anak beda SMA yang dulunya satu SMP  itu di depan rumah salah satu guru mereka. Namun tidak bagi yang bukan satu alumni dengan kami. Mereka hanya memperhatikan euforia reuni yang terjadi secara spontan dan sangat sebentar. Tak hanya itu, pertemuan singkat dan mendadak itu rupanya menjadi ajang "pilah pilih" dan "lihat lihat" juga . Mana tau ada yang cukup menarik hati dari sekolah seberang. Setelah beberapa waktu berlalu, salah satu teman laki laki yg kemarin juga berada ditengah reuni super singkat itu membuka pembicaraan denganku melalui BBM. " hai adel, temenku ada yang mau kenalan sama kamu. Kemaren dia ngeliat kamu waktu ketemu di depan rumah bu yeni. Boleh gak aku kasih pin bbm kamu ...