Langsung ke konten utama

#19 Feminism In Islam ♀️♂️

 


Feminism in islam 

#30HariBercerita #19



*Image source by : Google Image

Aku pribadi setuju dengan konsep feminisme. Dimana wanita dan pria memiliki hak yang sama, posisi yang sama, kesempatan yang sama dalam karir, pendidikan yang sama. Namun bukan berarti wanita bisa menggeser posisi pria sepenuhnya. Bukan gitu. 

Dalam islam sudah jelas di atur bahwa pemimpin rumah tangga, imam sholat, muazin, bahkan penerima warisan dengan persentase terbanyak berdasarkan hukum islam ialah laki laki. Perempuan, sehebat apapun ia. Tidak akan bisa menggeser posisi tersebut. Dan wanita yang cerdas harus memahami hal itu. 


Definisi wanita cerdas itu sendiri yaitu wanita yang baik tutur kata nya, tidak merasa puas dengan ilmu yang dimilikinya (selalu ingin belajar hal hal baru), tidak pernah merasa lebih rendah dibanding laki laki namun tidak pula melupakan  kodrat sebagai perempuan, selalu menyaring dan menelaah informasi yang di terima sebelum mengkonsumsi dan menyebarkannya, tidak pernah merasa lebih pintar dan merendahkan orang lain siapapun itu, senantiasa menjadikan kritik orang lain sebagai tolak ukur untuk memperbaiki diri lebih baik.  


no matter how hight your education, if you cant to control yourself for not doing something stupid, you are not a clever women . 


Dan menyetarakan diri tanpa memperhatikan batasan yang sudah ditetapkan oleh agama, adalah tindakan yang sama sekali tidak cerdas. 


So, let's being smart ladies ! 

We are a greats women without forget our qodrat 

   👩‍🎤👩‍🎨👩‍✈️👩‍🚀👩‍🚒👮‍♀️🕵️‍♀️💂‍♀️👷‍♀️🧞‍♀️👸👰🤰🤱🧕🧜‍♀️


🍄Martapura, 19 januari 2021


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesabaran 🌾

  "Mba.. gimana bimbingannya tadi ? Udah ACC belum ?" Ujarku sore itu pada mba mba yg baru pulang ke kost setelah seharian habis bimbingan ke dosen pembimbing 2 nya. "Belum del, miss nya ga dateng tadi. Mungkin beliau lagi sibuk. Denger denger beliau mau ambil S3 di Australia" ujarnya pasrah.  "Astagfirullahalazim .. mba dari pagi loh dikampus. Kan udah janjian dari kemaren, bisa bisanya ga dateng 😾" ujarku kesal. I mean , masa iya ga bisa luangin waktu satu atau dua jam aja buat setidaknya menghargai janji pada mahasiswa yang udah nunggu lama. Bukan aku yg mengalami hal ini, tapi aku kesal na'uzubillah. Sekian kalinya dosen pembimbing mba ini ga menepati janjinya buat bimbingan di ruang dosen. Padahal udah berhari hari lalu janjian dan persiapan buat bimbingan hari itu. Ketika pada akhirnya bisa ketemu dan bimbingan, betapa banyak coretan "cinta" yang menyayat hati dan terpaksa harus melalui banyak sekali rombakan isi proposalnya. Kadan...

Cita-cita masa kecil

 "Kamu nanti kalau sudah besar cita citanya mau jadi apa ?" Tanya seorang guru kepada salah satu muridnya di kelas "Saya mau jadi orang sukses bu, biar bisa memberangkatkan kedua orang tua saya ke Mekkah" ujar seorang murid kelas 4 SD itu kepada gurunya. Jawaban anak ini notabennya berbeda dengan jawaban teman teman satu kelasnya. Belasan anak lainnya menjawab dengan menyebut salah satu profesi yang umumnya kita tau sebagai profesi yang sukses dan terhormat. Namun tidak dengan anak ini. Seolah, ia mau jadi apa saja di dunia ini asalkan ia bisa memberangkatkan kedua orang tuanya ke Mekkah.   Pada masa itu, hal itu masih terdengar biasa saja bagiku dan seisi kelas. Lain hal nya dengan saat ini. Mengingat kembali apa yang diucapkan oleh gadis kecil itu sebagai cita cita masa depannya rasanya begitu menyentuh hati. Apa yang ada di pikiran anak usia 10 tahun ini ? Dari mana ia mendapatkan inspirasi untuk bercita- cita seperti itu ? Tak terbayang rasanya. Anak di usia seg...

A chance

 " Haii.. apa kabar kalian ? Udah lama banget kita gak ketemu " Ucap segerombolan anak Sekolah Menengah Atas kepada gerombolan lainnya yang mereka kenal baik sebagai teman satu alumni SMP   Tiba tiba sore yg agak mendung itu menjadi ajang reuni dadakan bagi beberapa anak beda SMA yang dulunya satu SMP  itu di depan rumah salah satu guru mereka. Namun tidak bagi yang bukan satu alumni dengan kami. Mereka hanya memperhatikan euforia reuni yang terjadi secara spontan dan sangat sebentar. Tak hanya itu, pertemuan singkat dan mendadak itu rupanya menjadi ajang "pilah pilih" dan "lihat lihat" juga . Mana tau ada yang cukup menarik hati dari sekolah seberang. Setelah beberapa waktu berlalu, salah satu teman laki laki yg kemarin juga berada ditengah reuni super singkat itu membuka pembicaraan denganku melalui BBM. " hai adel, temenku ada yang mau kenalan sama kamu. Kemaren dia ngeliat kamu waktu ketemu di depan rumah bu yeni. Boleh gak aku kasih pin bbm kamu ...