Langsung ke konten utama

#18 Buku Yang Mengubah Hidupku


Tema khusus dari admin #30HariBercerita #18

The subtle art for not giving a f*ck










Terdengar kasar dari judulnya,

 Terlihat mengajarkan untuk menjadi apatisme 


Tapi bukan itu pesan yang ingin disampaikan penulis disana, sama sekali bukan

Beberapa orang salah faham atas pesan dalam buku ini


Buku ini mengajarkan manusia untuk jangan menghakimi hidup orang lain dengan begitu saja


Tanpa tau permasalahannya, tanpa tau tujuannya

Kadang orang orang semena mena menghakimi hidup orang lain. Padahal, hidupnya sendiri belum tentu benar. 


Bukankan sebaiknya kita jangan ikut campur terlalu jauh atas hidup orang lain

Atau setidaknya, jika memang merasa sangat diperlukan untuk ikut campur, sekalian aja kasih solusi. Jangan hanya menyalahkan 

That's so annoying !

Sangat mengganggu



Btw, aku baca versi asli bukunya yg pake b. Inggris. Kemaren waktu awal awal pandemi banyak banget yg bagi bagiin buku ini yg versi terjemahan bahasa indonesia tapi terjemahannya super ngawur dan malah ribet bacanya, abis itu maksud dan tujuan buku tak tersampaikan dengan baik ๐Ÿ˜ 


So, aku sangat recomended buat baca versi aslinya (di google banyak). Kalo pun ga fasih bahasa inggris, bisa di foto/ss aja bagian yg sulit di mengerti, terus pake google lens deh.. beres ๐Ÿ˜…


๐Ÿ„Martapura, 18 januari 2020 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesabaran ๐ŸŒพ

  "Mba.. gimana bimbingannya tadi ? Udah ACC belum ?" Ujarku sore itu pada mba mba yg baru pulang ke kost setelah seharian habis bimbingan ke dosen pembimbing 2 nya. "Belum del, miss nya ga dateng tadi. Mungkin beliau lagi sibuk. Denger denger beliau mau ambil S3 di Australia" ujarnya pasrah.  "Astagfirullahalazim .. mba dari pagi loh dikampus. Kan udah janjian dari kemaren, bisa bisanya ga dateng ๐Ÿ˜พ" ujarku kesal. I mean , masa iya ga bisa luangin waktu satu atau dua jam aja buat setidaknya menghargai janji pada mahasiswa yang udah nunggu lama. Bukan aku yg mengalami hal ini, tapi aku kesal na'uzubillah. Sekian kalinya dosen pembimbing mba ini ga menepati janjinya buat bimbingan di ruang dosen. Padahal udah berhari hari lalu janjian dan persiapan buat bimbingan hari itu. Ketika pada akhirnya bisa ketemu dan bimbingan, betapa banyak coretan "cinta" yang menyayat hati dan terpaksa harus melalui banyak sekali rombakan isi proposalnya. Kadan...

Cita-cita masa kecil

 "Kamu nanti kalau sudah besar cita citanya mau jadi apa ?" Tanya seorang guru kepada salah satu muridnya di kelas "Saya mau jadi orang sukses bu, biar bisa memberangkatkan kedua orang tua saya ke Mekkah" ujar seorang murid kelas 4 SD itu kepada gurunya. Jawaban anak ini notabennya berbeda dengan jawaban teman teman satu kelasnya. Belasan anak lainnya menjawab dengan menyebut salah satu profesi yang umumnya kita tau sebagai profesi yang sukses dan terhormat. Namun tidak dengan anak ini. Seolah, ia mau jadi apa saja di dunia ini asalkan ia bisa memberangkatkan kedua orang tuanya ke Mekkah.   Pada masa itu, hal itu masih terdengar biasa saja bagiku dan seisi kelas. Lain hal nya dengan saat ini. Mengingat kembali apa yang diucapkan oleh gadis kecil itu sebagai cita cita masa depannya rasanya begitu menyentuh hati. Apa yang ada di pikiran anak usia 10 tahun ini ? Dari mana ia mendapatkan inspirasi untuk bercita- cita seperti itu ? Tak terbayang rasanya. Anak di usia seg...

A chance

 " Haii.. apa kabar kalian ? Udah lama banget kita gak ketemu " Ucap segerombolan anak Sekolah Menengah Atas kepada gerombolan lainnya yang mereka kenal baik sebagai teman satu alumni SMP   Tiba tiba sore yg agak mendung itu menjadi ajang reuni dadakan bagi beberapa anak beda SMA yang dulunya satu SMP  itu di depan rumah salah satu guru mereka. Namun tidak bagi yang bukan satu alumni dengan kami. Mereka hanya memperhatikan euforia reuni yang terjadi secara spontan dan sangat sebentar. Tak hanya itu, pertemuan singkat dan mendadak itu rupanya menjadi ajang "pilah pilih" dan "lihat lihat" juga . Mana tau ada yang cukup menarik hati dari sekolah seberang. Setelah beberapa waktu berlalu, salah satu teman laki laki yg kemarin juga berada ditengah reuni super singkat itu membuka pembicaraan denganku melalui BBM. " hai adel, temenku ada yang mau kenalan sama kamu. Kemaren dia ngeliat kamu waktu ketemu di depan rumah bu yeni. Boleh gak aku kasih pin bbm kamu ...